Senin

Lemak Tak Jenuh Tetap Berbahaya

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/05/30/1545038620X310.jpg
Meski sering dianggap sebagai lemak baik, konsumsi berlebihan lemak tak jenuh tetap berbahaya. Apabila asupan lemak total lebih dari 30 persen dari makanan yang dikonsumsi, timbunan lemak dalam tubuh akan meningkat.
”Timbunan lemak meningkatkan faktor risiko naiknya lemak darah yang bisa menimbulkan gangguan penyakit jantung dan pembuluh darah,” kata dokter ahli nutrisi Diah Prasmapti Y pada seminar ”Hidup Berkualitas dengan Jantung Sehat” di Rumah Sakit Premier Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (24/9).
Lemak tak jenuh banyak ditemukan pada ikan, kacang-kacangan, dan minyak nabati. Lemak ini membentuk dinding sel tubuh.
Menurut Diah, baik lemak jenuh, tak jenuh, maupun trans akan meningkatkan kalori tubuh. Publik masih menganggap hanya lemak jenuh yang berbahaya, yang banyak terdapat pada daging dan jeroannya, santan, serta makanan yang digoreng. ”Setiap 1 gram lemak mengandung 9 kalori, sedangkan 1 gram tepung- tepungan menghasilkan 4 kalori,” ungkapnya.
Selain lemak jenuh dan tak jenuh, lemak trans juga berbahaya. Lemak ini dihasilkan melalui proses industri, seperti margarin dan minyak goreng. Pada kemasan makanan, lemak trans biasa disebut lemak hidrogenasi.
”Lemak trans tak hanya meningkatkan kolesterol jahat, tapi juga menurunkan jumlah kolesterol baik. Berbeda dengan lemak jenuh yang hanya meningkatkan kolesterol jahat,” kata Diah.
Menghilangkan lemak
Dosen Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga, Fakultas Kedokteran UI—yang juga dokter tim SEA Games XXVI/2011—Hario Tilarso, mengatakan, lemak dalam tubuh tak bisa dihilangkan hanya pada satu bagian tertentu, kecuali dengan sedot lemak. Penggunaan penghancur lemak pada bagian tubuh tertentu—seperti diiklankan—tak benar dan tak bermanfaat. ”Lemak dalam tubuh hanya bisa dibakar dengan aerobik, seperti lari, jalan kaki, senam, atau renang.” katanya.
Sedot lemak banyak dilakukan orang yang ingin menghilangkan lemak, khususnya bagian perut, secara cepat dan instan. Cara ini sebenarnya hanya disarankan untuk orang-orang tertentu.
Dokter olahraga biasanya hanya menyarankan sedot lemak kepada orang dengan kegemukan berat dan lemak dalam tubuhnya sulit dihilangkan meski berolahraga secara benar. Biasanya terjadi pada orang dengan kondisi hormon tertentu.
Untuk memelihara jantung tetap sehat, cukup olahraga 3-5 kali per minggu dengan durasi 20-60 menit sekali olahraga. Olahraga berlebih membuat badan lelah, susah tidur, mudah sakit, dan menimbulkan gangguan jantung. (MZW)-(komppas)


EmoticonEmoticon