Jumat

Putin Kecam Pembantaian Keji Gaddafi

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin pada Rabu mengecam cara media dunia meliput kematian pemimpin Libya yang digulingkan Muammar Gaddafi.

"Hampir seluruh keluarga Gaddafi dibunuh. Mayatnya ditunjukkan pada semua saluran TV dunia. Itu tak mungkin untuk melihatnya tanpa muak," kata Putin pada pertemuan dewan koordinasi Front Seluruh Masyarakat Rusia.

Gaddafi, yang memerintah Libya selama 42 tahun, meninggal tak lama setelah ditangkap hidup-hidup oleh para pejuang Dewan Transisi Nasional (NTC) di dekat kota asalnya, Sirte, pada pekan lalu. seperti di kutip di brita8.com

Putin mengatakan kepada wartawan seharusnya mereka menyadari apa yang telah lakukan ketika mereka menunjukkan rekaman-rekaman tersebut.

"Di dalam komunitas mereka, orang harus menyadari apa yang mereka lakukan dan memikul tanggung jawab moral," katanya.

Sementara itu salah seorang pejabat NTC mengatakan, Muamar Gaddafi dan anaknya Mu'tassim dikubur pada Selasa di suatu lokasi tersembunyi di gurun.

Bersama sekutu Barat yang gelisah bahwa Gaddafi disiksa dan ditembak setelah berhasil ditangkap pada Kamis, pasukan NTC kemudian menaruh tubuhnya di dalam lemari pendingin dan memamerkannya sambil mempertimbangkan tindakan selanjutnya, hingga tubuhnya membusuk dan memaksa mereka menutup pintu pendingin tersebut pada Senin.

"Gaddafi dan anaknya Mu'tassim dikubur saat subuh di suatu lokasi tersembunyi secara terhormat. Kami akan memberikan rinciannya nanti," kata seorang pejabat senior pemerintahan sementara kepada Reuters.

Salah satu anggota militer di Misrata, tempat mayat Gaddafi dipamerkan dalam lemari es penyimpan daging, memebenarkan pemakaman tersebut.

Pembunuhan pria yang selama ini dikenal sebagai orang kuat Libya berusia 69 tahun tersebut di tanah kelahirannya Sirte, merupakan akhir dari peperangan yang telah berlangsung selama delapan bulan dan kekosongan kekuasaan selama dua bulan sejak pasukan NTC menguasai Tripoli.

Kematian Gaddafi juga menjadi ancaman terjadinya perseteruan antarsuku dan daerah yang merupakan tantangan terbesar bagi NTC.

Kini perhatian mulai tertuju kepada Libya berkaitan dengan masalah kemanusian.

Lembaga PBB telah meminta NTC untuk menyelidiki peristiwa "eksekusi massal" di sebuah hotel di Sirte. Sebanyak 53 pendukung Gaddafi ditemukan tewas dan beberapa di antaranya dengan kondisi tangan terikat.

Sejumlah masyarakat Libya merasa tidak nyaman atas pembunuhan Gaddafi beserta rombongannya, dan pameran mayat yang dilakukan dalam jangka waktu lama. Mereka melihat hal itu seperti sebuah parodi suram bagi seorang pemimpin nasional.  (aef/An)


EmoticonEmoticon