Rabu

Jangan Cabut Uban Sembarangan!

http://static.liputan6.com/201108/110823bstress.jpgSalah satu ketakutan sebagian manusia adalah menjadi tua. Padahal kondisi ini wajar dan pasti akan terjadi. Semakin bertambah usia, akan terjadi perubahan pada tubuh. Mulai dari kulit keriput hingga perubahan warna rambut menjadi beruban.

Sebagian orang menganggap si putih dapat merusak penampilan. Alhasil, kegiatan mencabut uban jadi agenda rutin harian Anda. Padahal tanpa disadari, aktivitas iseng ini dapat membahayakan kesehatan kulit kepala Anda.

Mencabut uban di kepala akan berakibat terganggunya sel-sel saraf kulit Anda. Menurut pakar Dermatologi, dr. Farmanina Santoso, di bawah lapisan kulit terdapat banyak sel yang bisa terganggu jika rambut di cabut. Bila hal ini Anda langgar, maka pertumbuhan rambut akan mengalami hambatan.

Nina, sapaan akrabnya, menyarankan agar Anda membiarkan si putih itu muncul. Alasannya, ada tiga tahap pertumbuhan rambut. Pertama biasa disebut anagen, yaitu sebuah proses pertumbuhan aktif yang bisa memakan waktu 2-6 tahun. Kedua, kotagen yang juga disebut tahapan transisi, dan ketiga telogen atau fase istirahat sehingga rambut akan memiliki tunas baru, yang keluar dan memanjang, selanjutnya menjadi rambut baru.

Rambut pasti akan mengalami kerontokan, termasuk si uban. Biarkan saja ia tumbuh dan bila waktunya rontok pasti akan jatuh juga.(lifestyle.sidomi/MEL)


EmoticonEmoticon