Sabtu

Dampak Negatif Teknologi Di bidang Budaya dan Contohnya

Dari setiap yang menguntungkan tentu ada hal atau pihak yang merasa dirugikan. Demikian pula dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, disamping berbagai keuntungan yang diberikan juga memiliki dampak negatif atau kerugian yang ditimbulkan.

Sebagai sebuah alat atau mesin, TIK bersifat netral. Bila digunakan dengan benar maka akan memberikan manfaat yang besar bagi manusia, tetapi apabila digunakan untuk kejahatan juga akan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif yang sangat merugikan. Dampak negatif yang muncul dari pemanfaatan teknologi tidak dapat terhindarkan. Dampak tersebut antara lain sebagai berikut:

1.      Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.

2.      Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat. semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti kesopanan, gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pergaulan bebas, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.

3.      Pola interaksi antar manusia yang berubah
Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

4.      Banyaknya budaya perselingkuhan. karena banyak media Program internet relay chatting (IRC) dan internet untuk mencari pertemanan di berbagai belahan dunia, yang memudahkan untuk bertindak selingkuh terhadap pasangannya. Di tambah rasa aman untuk melakukan tindakan perselingkuhan di media Program internet relay chatting (IRC)

5.      Narsisisme, Sebuah studi yang diterbitkan awal tahun ini oleh dua akademisi AS yang menemukan siswa yang semakin gemuk semakin egois dibandingkan dengan generasi sebelumnya karena pengaruh teknologi modern.Siswa masa kini juga lebih cenderung menampilkan perilaku narsis dan kurang menunjukkan empati seperti yang ditampilkan dalam perilaku atau kebiasaannya terus-menerus memperbarui situs jaringan sosial, Bisa berupa narsis foto, narsis dalam update status dan narsis tentang barang-barang baru miliknya. Dalam penelitian tersebut, pria ditemukan lebih cenderung melakukan hal ini, meskipun mereka diasumsikan tidak lebih sering menggunakan teknologi daripada wanita. Dan hal ini menjadikan seseorang menonjolkan hal-hal yang dia miliki dalam istilah kata suka pamer. Yang lebih parahnya ketika budaya narsisisme ini di balut dengan pornografi menunjukkan hal-hal yang kurang sopan.

6.      Tren mode, banyak teknologi membuat manusia untuk selalu mengikuti tren mode masa kini, dengan meluasnya kecangihan untuk mengakses informasi dari berbagai daerah membuat manusia sering mencari-cari tren mode dari berbagai belahan dunia. Al Hasil banyak yang berburu untuk di sebut gaul dan trendi. Hal ini bisa mengeser nilai budaya dari segi busana, gaya bicara, tata laku dan budaya boros untuk membeli barang-barang yang ia kejar untuk mencari tren mode.

7.      Budaya Kriminal.
Dampak lainnya adalah meluasnya budaya kriminalisme. Banyak penjudi dengan jaringan yang tersedia tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi teransaksi.  Maka hal ini membuat masyarakat merasa aman untuk melakukan budaya penjudian. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang). Bisa membuat seseorang kecanduan untuk melakukan tindakan kejahatan, contoh lainnya Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

8.      pergeseran budaya daerah karena budaya asing masuk. Mudahnya bertukar akses informasi membuat cepatnya sebuah budaya daerah tergeser. Contohnya saja ketika budaya barat masuk di dalam kebudayaan indonesia maka banyak generasi muda yang sekarang mengikuti adat barat dan melupakan budaya daerah mereka, seperti membatik, wayang dan sebaginya. Hal ini di perparah dengan cepatnya informasi itu masuk melalui berbagai media yang membuat lunturnya rasa nasionalis untuk mempertahankan budaya daerah.

9.      Budaya Sex dan kekerasan
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. Contohnya, pornografi pun merajalela bebas. Banyak web-web yang tidak mendidik yang bisa saja di mengakses siapa saja tanpa terkecuali. Di internet banyak terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak sex dan kekerasan walau pada usahanya banyak penyedia layanan internet mencoba memblokkirnya.

10.  Budaya Cyber-Bullying
Awal tahun ini, sebuah kelompok dokter di AS memperingatkan para remaja dapat menjadi begitu terobsesi dengan Facebook dan mengorbankan kesehatannya. American Academy of Pediatri menyatakan anak-anak yang diabaikan di situs jejaring sosial akan lebih tertekan daripada diabaikan dalam kehidupan nyata. Organisasi ini memperingatkan risiko kesehatan mental anak yang menjadi korban cyber-bullying dan menegaskan bahwa penggunaan beberapa website dalam jangka panjang dapat mempengaruhi pola tidur dan tingkat harga diri. Hal bullying juga bisa membuat antar manusia saling berseteru dan saling ejek-mengejek.

11.  Budaya LUX, yaitu budaya untuk selalu ingin hidup mewah. Menjadikan seseorang lebih mendahulukan kebutuhan lux mereka dari pada kebutuhan pokok


EmoticonEmoticon