Jumat

SELAMATKAN BUMI KITA!!

Tags

data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCABkAGQDASIAAhEBAxEB/8QAHAAAAwEBAQEBAQAAAAAAAAAAAAUGBAcCAwEI/8QAMxAAAQMDAwIFAwMEAgMAAAAAAQIDBAAFERIhMRNBBiJRYXEygZEUQqEHI8HRUmKx4fD/xAAaAQADAQEBAQAAAAAAAAAAAAADBAUCAAYB/8QAIhEAAgICAgMBAAMAAAAAAAAAAQIAAwQRITESIkETBVFh/9oADAMBAAIRAxEAPwDhtFFFdOhRRTmy+HpVzw5pKGTwo8q+K0qljoTLMFGzE4GTgVobgyHBkNkD32q9Z8KIiJCkgas48wzk17XCaaBK0L2HIGdXxW/y13BfsD1II22QB+3818lxHkfUj+avnITRQTpKR70pkRUpC9SE5SfpB834rvATX6GSJSUnCgQfevynkqGkN6kDWjuD2pS6yUbj8elYKETYYGfGiiiszUKKKK6dCiivbLannUNtjKlnArp0feE7K1cZJkTVBMRncp7uK/4gV0tMVDCGUlOhYICW088d/Q8fFTEAN22A0iKnL3AKuEY7j1J/xTm1xJC1x35Lutt9wtEk757ffIx96qJSK1/2SLbTa2/ko2mHW1tGU7tIJACWzkZ2BpbPjRnLqm2qi6nEKwvc7k4IGR6/4phcoFxl3BlIUsk+VC0DKEZI32wducc03celwH5L70dAbC8pcdRgA8E5Azjj8UnkMFAMZoBOxIu5WSbbmP1iukGwQFobUcN7cb9vfmpqeC6rU40ELTuNJCgoZ/mrG4vru10IlOJbDzK2wEYKAB5gTv6pBya+NntSFtNSus2IjmErURnpK3Ogj1Pb5HrStWQrnQh3BB1In9KhtKivJCuCPekkttKZJbG+BsQeauPEDLDMpxCXiWwMqW3jGPkcVHloF0KZKnNB/cBk/b80xWfOfNgRO81gFaOO49K+FNJDXSfdaG6M7fB3patOhRSe1Zddcwqnc80UUUObhTfwyx1rkFEZ6aCr78UtjsOSHQ20nKsZPYAdyfaqLwcxqky06hqSzqHvjJ2/FGxwDaoMFkbFLESsMdIjpDJbU/0ipRAO2QMD8b1bW+HFbsSILSUBEhB2Ukq+kjf5Bx9/ioaFILUhDyVYVkEkcc7fxtVpZJDN9j6WlFqQy4FlpsgY/wCyd9u4P/velcDJFXcxXm5zrZEaahOvCXJeS2lxaEg4yPq5PGe9eHGX7rHaM0qW6pJQFL4JzufjGeKfGKgSka1dRxpYWoqVsCdxkgY7HfG1aROtQhrkSYY66nHCWeoFqaWBtgDjOk77YOO5qF/J0vYoKHWu5WxHVSfKRNwbL2QWEtKHl0qzwPUUWOFNceUhlCsEJLiAnkY2OM707fVGkw0zIMfOvGAojGcbj+KmZXjaLblSkNuLdknylLbWlsYGNIVnOdgM4+M1Jw/O1iFHUPkoBoy0uVpsce1pjzlobOSSSvcqVudxudzmuczI1rhJeWFvqYS9/bZOyFnBwcnk5GfYEe+Vi7xJnOCdG6SHkFQUy4kOA5GoKwocgA9tqXTZkm4Olx9ROVE4xgA8cDbsK9JQp8ee4mw2Zjkf3XHnP+Sif5pfMThSFeqabBHkKlDtSuanSlv03xX24esJWeZlooopWHnRrV4CbleFYlyS4sOvoLjh7AZ2AH2/NTbzK/DtzafDqXCMhaU5BAIwc10j+jN5dullk2OSlOiCpKmHc+bSsq8p9gePmue+MITrF0kpezq1k5NIVXWJklSY+aktx+pbXC0IatbFxjO9WM+0lwFCOBgeh2wcb+/vWK23x6ytvIZKAHiD1UDJTjkYI442FZPDFxlR7FHZakraUglaClQ2zzsfbahq6W3qrblPoZacBDh6YUk5zuByk+6T2r1R5QFvs8soKuVA6mqzX99m5PSVLIQ4VebsglJwMDbkDI9BVS/cxcgl9baQ882NRQN3CBkKxz2FT6gtxC5UWVDlRG0lqaWw3oOVatk4GCc7ad87DjFZbjCucBltTMOQxoJWlxafMhOdkhQJCsZAyOT6b0pZWGjddhWMoN8aaafhAthLy8gpOlQUT9WDt70mi+C7jc7kwlDOlqQ44VylKBB1cEAjIxn33Pbgr1wJF5cUITTjryCFOqSVAEkZGNQBBH+M8V4h3ac7PU8q4vR3BpbdeYRgNt5/dgb743yO/NJLhGpmao9wv6EjR+T63ixveGJIQhxmQw64rpPJAXqSPf1we3vxWdjdWroBxtKwVJIydJ9skD75+aphcFXezxIsty5OuNFWyB0mnBkebf6tsbD3xTKHbmmm3W2xsFEBwZyrgb55Jxj4ApjfiBsczG9mSXiN1D7uUJK1dMZcIO2BwM1IyEKkupbQRlI2HGar/ERMNZ16AtQ1kg8Dipi2smRI14xk7UHIt0kZxK/Jv8ilSSlRSoYIOCKK+89wOzHlpwQVnBHeihDkQp4M7D/TLwfcbZbbjJlHpuym0IS2nlsAk5J9fil3iHw1c7vMKFEkA46rpJz9q7JB6MZK2TjcA1kky40J1SHmULyc6yM88V54Xs1n6E8yumlU1qOJzGxf02jMIV+ufW8ANgrZA9du/wB6+8PwpZ5MmTHcaabSygKUT9Sic4Ax8c/FVN5uKQ4j+4npqPlbRyv2GKRPW964SUKW2Y6cj+4VkKAz7f7+1EORY59iZtaVUcDUgZdqn+H7iHYSloVqxloatQ9tjg87425r21fIRUhEyNL/AFIKUpfkP4ShPBJ/PvsKs7w1Ht0pEVl9TUZxYRIlfUoJxvj3OAPvmpzxU3bpEzqRlJQwEadBVnCQPWqONn2VqFPIiWRgV2t5dGPLRKkdLCH3G068GSAgqWjfSCSkZxv24zRDXcHX8JuDKA28SUFpWT+D871g8Pz7TA8N+eehx3R5gpAV/J+3pwKUeJbJcWpLC5rylOPJC9DeyUAgEDbnbvVm/JrpALfZEx8ay9iF+R7fZxsLTbsx9El07NNoaIKtttyTjufsKTI8XX91BcSxD0nhCkH/AM0rmMOq6XWUt5LGRpWckZxwe/A2rVHcQ60hLaAlKd9jzUzIzixBTqUsf+PVVIs5MSSpjkuWEzkK1KOVlZ+o0rVNfa1tNlKRkglIwar3Yjb4wpIxUteIJYkKUjdJ3NYS4Wt7Qj0mpdLFtFFFMxaf1dIOFZVzWdkQ5ZXFn/QtPl82D8fesc6Z5fKef4qenSVlOonAx9sV5NOTPReHrrctxb7RaQXf0wAH79Wo4+efSs15ktdIdFttLax9WM1yW6/1ClWvXCihqUMcO5Ib+MH+K6zH8OWyTFYXNeU7HW2FIaLhKVAjO+NiPanGqdVBI0DFQ6BiC2yJDybdIu7zxt+HWRnquqV5E+xP+qTpsVtRbpjsqWFPBWhlpAx2yVH87f8A2OjeI5kaLGMOKEx2dGkEbAf6rl7sN+a4pSEqcQnbWB5QPetVtCkEjeona8LmTHcnNltTaXOkEjlSgAo/wRW1yfPbbbYfeLjTTYQlRGVISOBnuBX3dch2VxbTk3qx3SFOoUceYfuT/wBh/PFBYbUwmTDeTJiu/S4M5+FA8H2o5Yke3UGFAPr3MycrSeFhX7uc15fiaQHGFaFj8KHvWiHBcVMQ1FIw6caFcA+tMV2h9tf99SQOwSc1guFPc++G4lMgacK2I5A70qnDrLKj+Kdz4QRun8UqcQd8itVt9Ew4+GI3IaVKJG1FMFN+bbiinBaf7i35j+p28pCxlQzjtUB49uUmLFWlhYSDtsOM0UVHxQDYAZTvOqzOXkkkknJO5JrongfxTdVWqRbXXg4xFQksFedTY32BzwMUUVazADUdyPiki0RXcfHV7F56ylsOJYJSGXGgpChx5gd8/evd08f3daHITceAwz26TGCCRzzzRRQvyT19R1Cmx/bn7JCQ87IcLr7ilrVyVGtdrvE61dT9G8UocADjahlK/kf5oop5lBBGuImrENvfMJN5nSH0PF4tqbVqQG/KEn1rq0KW5cbDDmSNPWdbClFIwM0UVNzlARdCUMJiXbZiqV5hk80omgUUUqkaeLykE0UUUxF5/9k=Dampak Kerusakan Lingkungan Terhadap Pemanasan Global
Kerusakan demi kerusakan tersebut menyebabkan terjadinya pemanasan global. Konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal sebagai gas rumah kaca, terus bertambah di udara akibat tindakan manusia melalui kegiatan industri, khususnya CO2 dan chloro fluorocarbon. Yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan dari penggunaan batubara, minyak bumi, gas, penggundulan hutan, serta pembakaran hutan. Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri, sedangkan emisi metan disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian. Chlorofluorocarbon (CFC) merusak lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global, tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. Karbon dioksida, chlorofluorocarbon, metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi di udara dan menyaring banyak panas dari matahari.

Proses pemanasan global dipicu oleh adanya efek rumah kaca, dimana energi dari matahari memacu cuaca dan iklim bumi serta memanasi permukaan bumi; sebaliknya bumi mengembalikan energi tersebut ke angkasa. Gas rumah kaca pada atmosfer (uap air, karbon dioksida dan gas lainnya) menyaring sejumlah energi yang dipancarkan, menahan panas seperti rumah kaca. Tanpa efek rumah kaca natural ini maka suhu akan lebih rendah dari yang ada sekarang dan kehidupan seperti yang ada sekarang tidak mungkin ada. Jadi gas rumah kaca menyebabkan suhu udara di permukaan bumi menjadi lebih nyaman sekitar 60°F/15°C. Tetapi permasalahan akan muncul ketika terjadi konsentrai gas rumah kaca pada atmosfer bertambah. Sejak awal revolusi industri, konsentrasi karbon dioksida pada atmosfer bertambah mendekati 30%, konsetrasi metan lebih dari dua kali, konsentrasi asam nitrat bertambah 15%. Penambahan tersebut telah meningkatkan kemampuan menjaring panas pada atmosfer bumi. Mengapa konsentrasi gas rumah kaca bertambah? Para ilmuwan umumnya percaya bahwa pembakaran bahan bakar fosil dan kegiatan manusia lainnya merupakan penyebab utama dari bertambahnya konsentrasi karbon dioksida dan gas rumah kaca.

Sementara lautan dan vegetasi yang bertugas menangkap banyak CO2 tidak mampu mengimbangi pertambahan CO2 dari kegiatan manusia di bumi, hal ini berarti bahwa jumlah akumulatif dari gas rumah kaca yang berada di udara bertambah setiap tahunnya dan berarti mempercepat pemanasan global. Sepanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara spektakuler, dimana sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju; dan 78% dari energi tersebut berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk keuntungan. Sementara itu, jumlah dana untuk pemanfaatan ”energi tak dapat habis” seperti matahari, angin, biogas, air, khususnya hidro mini dan makro, baik di negara maju maupun miskin tetaplah rendah (dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan investasi yang dialokasikan untuk bahan bakar fosil dan energi nuklir). Padahal sumber energi ini dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah. Padahal tanah mengandung karbon sebanyak 24 milyar ton dan hutan Indonesia menyumbangkan emisi CO2 sebesar 2.6 milliar ton per tahun, walaupun juga mengandung 19 milliar ton carbon.

Jika diamati maka sumber pencemar utama adalah transportasi, kebakaran hutan, limbah rumah tangga, limbah tambang, dan limbang industri. Selama 1985 – 2000 jumlah kendaraan sebagai sarana transportasi meningkat dari 1.2 juta menjadi 19 juta. Pada tahun 1985 – 1997 seluas 20 juta hektar hutan terbakar dan dibakar, dan pada tahun 1997-1998 luas hutan yang terbakar dan dibakar sebesar 10 juta hektar. Dalam hal limbah rumah tangga – hanya 3-5% yang punya akses saluran limbah rumah tangga, sehingga menyumbangkan Emisi CO2 sebanyak 35 juta ton CO2. Pertambangan menyumbang limbah seperti tailing dan merkuri dalam jumlah yang besar, sedangkan industri lainnya menyumbangkan limbah cair (black liquor) karena system daur ulang limbah yang tidak ada, tidak lengkap, atau tidak baik dan juga menyumbangkan Emisi CO2 sebanyak 275 juta ton per tahun.

Terjadinya Global Warming diakibatkan oleh adanya kebijakan pemerintah yang tidak tepat. Pengelolaan hutan yang salah dan menyebabkan hutan tropis hancur serta tidak memberikan manfaat yang signifikan baik bagi pemerintah maupun bagi penduduk di sekitarnya. Yang mengeruk keuntungan adalah pengusaha yang secara semena-mena telah menghancurkan hutan yang menjadi tempat menyimpan air dan penghasil oksigen bagi mahluk hidup dan tempat hidup flora dan fauna. Pengelolaan yang salah menyebabkan bencana banjir dan dampak lingkungan lain, rakyat yang sudah miskin tetap miskin dan bahkan menjadi lebih miskin karena hutannya sudah hancur. Bertambahanya suhu global yang tidak dapat dicegah lagi dan bahwa perubahan iklim mungkin sudah terjadi sekarang. Selain itu penyebab utamanya adalah adanya konsumsi yang berlebihan. Bukan oleh 80% penduduk miskin di 2/3 belahan bumi, tetapi oleh 20% penduduk kaya yang mengkonsumsi 86% dari seluruh sumber alam dunia. Program konversi minyak tanah menjadi gas juga dapat diambil sebagai contoh bahwa ketidaksiapan pemerintah secara infrastruktur dan juga sosialisasi, menyebabkan banyak orang desa menggunakan lagi kayu bakar dengan merambah hutan, karena untuk memasak mereka sulit memperoleh minyak tanah dan gas, serta harga gas terus membumbung tinggi. Kampanye dalam rangka Pemilu juga memacu kerusakan lingkungan, karena penyumbang dana pemilu bisa jadi disumbang oleh pengusaha pembalakan hutan liar sebagai upaya pencucian uang.


EmoticonEmoticon